Di dunia ini, aku belajar mengenal-Nya . . . .

Sabtu, 12 Maret 2011

Mungkinkah Bulan Super Mampu Mengguncang Cuaca Bumi?

Minggu depan adalah saat yang paling ditunggu astronom amatir. 19 Maret 2011 menjadi titik Bumi paling dekat dengan bulan, sejak 2005.

Peristiwa 19 Maret, sering dikenal dengan nama 'lunar perigee' dan Bulan Super, menjadi saat yang dinanti mengingat bulan berada di garis lurus sepanjang 22.561 mil dari Bumi, jarak terdekat dengan planet ketiga dari Matahari ini.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1306322.jpg

Media internet telah dibanjiri ilmuwan amatir dengan pola pikir konspirasi yang terus menerus memberi peringatan bahwa Bulan Super akan mengganggu pola iklim bumi serta menyebabkan gempa bumi dan aktivitas gunung berapi yang membahayakan masyarakat.

Bulan Super pernah terjadi pada 1955, 1974, 1992 dan 2005. Yang menarik, di tahun-tahun tersebut terjadi peristiwa cuaca ekstrim. Di Indonesia misalnya, terjadi tsunami Aceh yang menewaskan ratusan ribu penduduk.

Peristiwa itu bertepatan dua minggu sebelum Bulan Super pada Januari 2005. Selain itu, ada pula peristiwa angin topan ganas Siklon Tracy yang menghancurkan kota Darwin, Australia.

Tapi Pete Wheeler dari International Centre for Radio Astronomy memandang semua peringatan soal kiamat atau bencana besar dengan skeptis. "Tidak akan ada gempa bumi atau gunung berapi yang meletus kecuali memang itu seharusnya terjadi," katanya.

Bumi hanya mengalami air surut lebih rendah dari biasanya dan air pasang lebih tinggi dari normal pada masa itu, kata Wheeler lagi.

Astronom Australia David Reneke juga tidak setuju dengan teori konspirasi yang beredar di masyarakat, mengingat pihak-pihak itu selalu saja menemukan hubungan antara bencana alam dengan hal yang sifatnya tidak logis.

"Jika Anda mencoba mencari tahu lebih lama, akan muncul kronologis bahwa bencana alam memang berkaitan dengan langit seperti komet, planet lain dan matahari. Namun, tidak serta merta menyalahkan satu fenomena dengan bencana," kata Reneke.

Sumber :
teknologi.inilah.com

Kamis, 30 Desember 2010

Kumpulan Foto Bencana Alam, Indah Namun Mengerikan

Indah namun mengerikan, itulah yang bisa dilihat dari foto-foto berikut. Siapapun tidak ingin menemui atau mengalaminya.
 

Supercell Thunderstorm in Montana


 

Chaiten Volcano - Chana, Chile (May 2008)



Forest Fire - Dolginino, Russia (Aug. 2010)



Undersea Volcano - Coast of Tonga (March 2009)



Kliuchevskoi Volcano - (Russia Sept. 1994)



Double Cyclone - Iceland (Nov. 2006)



Flooding (from Typhoon ‘Ketsana’) - Manila, Phillippines (Sept. 2009)



Tornado - Oklahoma, United States (May 2010)



Hurricane Felix - Honduras (Sept. 2007)



Lightning Strike - New York City (2010)



Mt. Saint Helens Volcano - Washington,
United States (May 1980)



Flooding - Cedar Rapids, Iowa (June 2008)



Mount Merapi Volcano - Indonesia (Nov 2010)



Chaiten Volcano - Chana, Chile (May 2008)



Dust Storm - China (April 2001)



Lightning Storm - Roswell, New Mexico (July 2010)



Brush Fires - Sylmar, California (Sept. 2009)


 
 

Eyjafjallajokull Volcano - Iceland (April 2010)



Flooding (Tropical Storm Agatha),
Guatemala (May 2010)



Undersea Volcano - Tonga (March 2009)



Wildfires - California (Sept. 2009)



Flooding - Iowa, United States (June 2008)



Mt. Etna Volcano - Sicily, Italy (Oct. 2002)



Eyjafjallajokull Volcano - Iceland (April 2010)



Brushfires - Victoria, Australia (Feb 2009)



Tornado - Iowa, United States (June 2008)



Chaiten Volcano - Chana, Chile (May 2008)



Storm Clouds - South Dakota, United States (2009)


Sumber :
www.strov.co.cc

Lampu Jalan Tenaga Matahari yang Keren, Futuristik dan Ramah Lingkungan


Ilmuwan bekerjasama dengan designer menciptakan dan menerapkan dengan solusi pencahayaan yang lebih baik untuk masa depan dan membuat jalan-jalan hijau dan aman.

1. Solar Powered Invisible Streetlight

Lampu jalan Invisible adalah lampu jalan tenaga surya yang meniru daun dan dapat tersembunyi di antara tanaman alami di sisi jalan. Terdiri dari injeksi ganda silikon, aluminium dan foto kapasitor, lampu ini terus bersinar sepanjang malam. Perancangnya adalah Jogoh Lee.


2. Ross Lovegrove’s Solar Tree


Desainer Ross Lovegrove merancang lampu ini dengan sistem pencahayaan jalan inovatif yang bergantung pada energi matahari. Idenya adalah untuk membawa seni dengan konsep pohon surya, dibuat dengan teknologi modern pipa lentur.
 
Ini contoh Lampunya di museum Angewandte Kunst di Wina. Dibuat dengan memperhatikan estetika dan teknologi ramah lingkungan.

3. SonUmbra


SonUmbra telah dirancang oleh Loop.pH sebagai sistem pohon yang unik, interaktif dan bertenaga surya pencahayaan. Strukturnya terbentuk dengan helai kain tenunan yang memancarkan cahaya ke dalam jaring dan cabang yang berkilau.

SonUmbra mendapatkan energinya dari PV-kanopi yang memanfaatkan energi matahari di siang hari dan disimpan dlm baterai onboard untuk menerangi setelah gelap.

 


4. Light Tree


Light Tree dirancang oleh perancang Omar I. Huerta Cardoso. Disusun seperti pohon dengan sel surya nanotube yang memberikan estetika yang unik. Konsep ini gabungan teknik hidroponik dengan teknologi sel surya dan air untuk mensuplai energi pada berbagai LED ultra-terang.



5. Solar Sunflowers


Desainer Harries / Heder, menciptakan konsep bunga matahari bertenaga surya di Austen, Texas. 15 bunga (seperti panel photovoltaic) menyerap energi matahari untuk hasilkan aliran energi terbarukan.

Terletak pada jalur pejalan kaki dan jalur sepeda antara desa Mueller dan jalan raya Austin I-35. Solar Sunflower tidak hanya menawarkan keteduhan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda, tetapi juga mengumpulkan energi pada siang hari lalu menggunakannya untuk menyalakan LED pada malam harinya.


 


6. Solar Mallee Trees

Terdapat di Adelaide, memberikan pemandangan yang spektakuler. Berada di luar Adelaide Festival Centre, pohon indah ini berbentuk unik dengan tenaga surya dan dibangun untuk program go green.

Pohon dengan panel surya di atasnya memberikan pencahayaan di sekitar daerah itu. Setiap pohon mampu menghasilkan 864 kWh/tahun. Energi yang dihasilkan digunakan untuk menyalakan lampu malam.

 
 
 


7. Luceplan Sky


Dirancang oleh Alfredo Häberli, mengandalkan energi matahari untuk menerangi jalan-jalan setelah gelap. Panel PV terletak di atas untuk mengisi baterai lampu pada siang hari. Lalu digunakan untuk menyalakan LED yang dapat melepaskan pencahayaan intens dan berkepanjangan di daerah tersebut.
 



8. Solar Forest


Konsep ini mengkondisikan pohon seperti terstruktur di hutan. Solar Forest tersusun dari pohon-pohon yang terdiri dari daun fotovoltaik, bertujuan untuk mengumpulkan tenaga surya.

Pada setiap pohon memiliki stopkontak listrik yang digunakan untuk mengisi daya listrik. Selain menyediakan tenaga, daun photovoltaic juga memberikan keteduhan pada mobil-mobil yang parkir di bawahnya. Konsep ini akan segera terwujud di Inggris dan Italia.
 
 

Entri Populer